Urip Mung Mampir Ngombe

Hidup hanyalah sekadar mampir untuk minum
Halaman ini disediakan untuk pembaca saling berbagi mengenai tujuan dan makna ngombe didalam hidupnya yang mungkin bisa berguna bagi pembaca lain. Anda bolehmenggunakan nama samaran atau sama sekali tidak mempublikasikan identitas anda.

Wong Jowo yang njawani percaya dengan segenap jiwanya bahwa hidup ini hanyalah sementara, bahwa hidup ini tidak lebih dari ‘hanya sekadar mampir untuk minum’. Bagi orang yang mengartikan kalimat itu secara harfiah, akibatnya akan berbahaya karena orang itu bisa saja mengartikan secara dangkal bahwa

didalam kesempatan hidup yang hanya sementara ini, hanya sekadar untuk minum ini, mari kita nikmati hidup seadanya saja / sepuas-puasnya

Cara pikir yang keliru ini menghasilkan sikap hidup yang fatalistik (pasrah tanpa berbuat apa-apa), sembarangan atauseenake dhewe.
Atau, pengertian yang tampaknya lebih ‘tinggi’, bahwa

karena hidup ini hanya sementara, sekadar mampir untuk minum saja, lebih baik kita memikirkan hal-hal yang akan didapat sesudah kita mati,kehidupan di surga atau di neraka”.

Pikiran begini juga tidak sepenuhnya benar karena hidup hanya difokuskan pada kematian dan menyia-nyiakan kehidupan itu sendiri. Baca lebih lanjut...




Lihat semua artikel tentang Urip Mung Mampir Ngombe